Welcome to my Life!!

hanya beberapa cuplikan kamus hidupku

Selasa, 07 Juni 2011

PUAS AKAN MASA

Ketika hentinya waktu dan tinggal waktu ini yang tersisa
Dimana yang aku genggam hanya saat ini
Rapatkan raga kepada realita
Rasakan semua yang bisa dirasakan
Sampai kulit-kulitku bersatu dengan udara
Rebahkan jiwa-jiwa ke dalam tanah
Dan semua merasa binasa akan mimpi
Tapi menggelora akan romansa seakan masih remaja
Aku disini dan dia pun disini
Ini yang bisa aku nikmati
Aku bisa jalani
Aku memang tidak bisa beranjak dari masa ini
Ke masa lainnya
Kesadaran itu tidak kunjung datang
Untuk menyiramku dari tidur yang panjang
Mimpi yang katanya hanya milik yang muda
Kembalikanlah
Kembalilah
Kembangkanlah
Semua harus bisa sesuai dengan masanya
Berjalan seperti yang selayaknya dijadikan

if i fell

If I fell in love with you
Would you promise to be true
And help me understand
'cause I've been in love before
And I found that love was more
Than just holding hands

If I give my heart to you
I must be sure
From the very start
That you would love me more than her

If I trust in you, oh please
Don't run and hide
If I love you too, oh please
Don't hurt my pride like her
'cause I couldn't stand the pain
And I would be sad if our new love was in vain

So I hope you see that I
Would love to love you
And that she will cry
When she learns we are two
cause I couldn't stand the pain
and I would be sad if our new love was in vain

so I hope you see that I
would love to love you
and that she will cry when she learns we are two.

Rabu, 01 Juni 2011

quote of the whole life

HIDUP MEMANG KERAS, BOY!

kemelut dan kemelut

keadaanya harusnya tidak begini
Tapi kutemukan diriku terus menerus mengeluh
Disisi lainnya orang menganggap ini bukan untuk dikeluhkan
"Pilih! Pilih! Pilih!" kata mereka
APA YANG HARUS AKU PILIH??
KENAPA AKU HARUS MEMILIH?
aku mau kondisi tidak begini
aku tidak mau
tidak!
sungguh!
Aku bukan dilahirkan bisa membaca hatiku
Membaca pikiranku dan akalku
Tapi aku bisa merasakan apakah dia nyaman atau tidak
Yahhh memang sekenanya
Terimakasih untuk semua yang mengisi pinggan kosong ini
Aku lupa untuk sejenak bagian dimana pinggan itu retak
Yang tertampung terus mengalir melalui retakan dan rekahan yang muncul
AKU TIDAK PEDULI
TUHAN APA KAU PEDULI?
aku harap Kau bisa mengerti
Bahwa manusia hakikatnya tidak ingin sendiri
Aku katakan aku adalah manusia

Selasa, 31 Mei 2011

Coretan dari seseorang (sahabat)

Siang setelah pagi, pagi habis itu siang
Terik, bagian yang paling tidak kusenangi
Lagi-lagi tawarannya aku terima
Aku enggan menolak, enggan berontak
Sejumlah perasaan aneh menghampiri
Aku merasa ini bukan aku
Aku bukan dia, tapi aku ada, dia ada
Sahabat, bisakah aku memanggilmu demikan?
Aku ingin merengkuh lenganmu
Namun serasa ada yang menahan
Sahabat, mungkinkah kau berpikir hal yang sama?
Perasaanmu begitu halus
Aku kagumi keberanianmu
Sahabat, apakah engkau kesepian?
Apa kau yakin aku adalah jawabanmu?
Apakah aku sedih atau bahagia jika itu terjadi
Kenapa sahabat harus hidup di dua dunia
Ini indah sekaligus menyakitkan
Kamu dekat tapi kadang terasa asing
Sahabat, apakah engkau nasih terluka?
Sahabat, aku ingin memberikan apa yang bisa kuberikan
Berbuat apa yang bisa kuperbuat
Tahukah kamu, aku tidak rela menyakitimu
Tapi ternyata hanya ini yang bisa kuperbuat
Luka dan luka
Hanya ini yang dapat kuberikan
Aku berusaha menyamakan gerak langkahku
Namun jalanmu semakin cepat
Aku ingin berjalan tepat disampingmu
Namun aku hanya bisa dan mampu berada di belakangmu
Terimakasih untuk warna yang kau goreskan
dalam kamus hidupku, sahabat
Sahabat, terimakasih telah menuntun jalanku
Waktu singkat tapi persahabatan akan tetap lekat
Jika aku tiada, entah besok ataupun nanti
Waktu singkat bersama engkau, sahabat
Akan kuingat, pasti kuingat!
Di alam sana aku pasti tersenyum
Tersenyum karena kita sahabat
Aku ingin melihat kamu meski dari kejauhan
Aku mau mendengar suaramu meski hanya sayup-sayup
Jadilah sahabat yang berhati besar, sahabat!

-seorang sahabat-
(yang mengagumimu)

Minggu, 15 Mei 2011

no offense

pagi tadi, terbangun dari tempat tidur yang nyaman
aku mengangkat gagang handphone sony ericsson dan menjawab sekenanya
mata masih ingin menutup
padahal aku tahu itu bukan maksud untuk membuatnya sedih
aku tidak tahu apa yang aku rasakan
beberapa hari ini aku merasa sangat nyaman
menjadi lebih manusia dari sebelumnya
hanya maaf yang dia katakan
bahkan aku tidak tahu kesalahan apa yang dia lakukan
aku menyalahkan diriku sekali lagi
bukan hanya sekali ini
merasa spesial
dia bilang, "aku emang lagi butuh perhatian dan kamu uda perhatiin aku"
pembicaraan di telepon menjadi hening
aku dan dia hanya sama-sama mendengar suara nafas
kemudian dia bilang "udah dulu ya, jangan lupa sarapan"
telepon terputus
air mata keluar dari mataku sesaat kemudian
aku tidak tahu apa maksudnya
air mata sisa-sisa hari sebelumnya mungkin
"i think we;ve got something special" aku dengarkan lewat earphone laptopku
keributan di sekitar seperti aku hiraukan








Minggu, 08 Mei 2011

Beranjak dewasa bersama Mutsu


Mutsu. Begitu dia ingin dipanggil. Nama yang sebenarnya tidak ingin dia ekspos karena menurutnya terlalu “Jawa” banget. Jepang mungkin itu Negara yang hampir setiap hari memenuhi isi kepalanya. Mutsu adalah pria yang akan menginjakkan umur ke 20-nya saat bulan Oktober nanti. Orang ini adalah orang yang paling dalam hidupku. Paling menyebalkan. Paling aku benci. Paling ingin aku getok pakai palu. Tetapi dia juga sosok yang paling aku kangenin jika dia tidak meneleponku. Ironi memang. Tidak mendengar suaranya sama saja bernafas dengan menggunakan satu paru-paru.
Mutsu dari yang aku kenal adalah manusia yang tidak suka belajar. Matematika adalah hal yang dia benci. Hidupnya hanya dipenuhi dengan menggambar, bermain game, cari musuh, mendegar musik, main game lagi, dan menyendiri.
Dia tidak punya banyak teman dan juga sahabat. Sosoknya menenduhkan meskipun jika dia sudah mulai berbicara, dia sudah masuk ke dunianya sendiri. Aku suka saat melihat dia bercerita dengan antusias. Mulutnya akan komat-kamit tidak jelas artikulasinya. Malah lebih banyak menyipratkan ludah dari mulutnya. Matanya akan berbinar saat dia bercerita mengenai hal yang dia suka.
Mutsu sangat suka The Beattles. Topik perbincangan kami 70%nya adalah tentang idolanya tersebut. Dia sering hanya sekedar ingin memutarkan lagu kesukaannya lewat telepon kepadaku. Dia mencintai lagunya, sosoknya, hingga lirik, dan juga kehidupannya. Aku kagum degan orang seperti itu. Mutsu dengan segala kelebihan dan kekurangannya menjadi sempurna dimataku. Mutsu menjadi special dalam kehidupanku entah sebagai apa. Aku tidak bisa dibilang sebagai sahabatnya karena kami sudah sekitar 3 tahun tidak berhubungan lagi. Sejak dia kuliah di luar negeri. Tentu saja aku juga bukan orang terdekatnya (alias pacar) yaa karena memang bukan. Kontak-kontak aja ga pernah. Tapi, aku seperti bisa merasakan apa yang dia rasakan saat dia meng-update statusnya melalui situs jejaring sosial. Aku seperti baru melihatnya kemarin saat dia mengupload foto terbarunya lewat situs tersebut. Jujur, aku akui aku merindukan sosoknya ada lagi, mengisi hari-hariku. Dia memberiku keceriaan dengan segala tingkah laku dan banyolannya. Dia memberiku kecemburuan saat dia bercerita mengenai “love life”nya. Dia memberiku kegundahan saat dia tidak banyak bicara lewat telepon. Dia memberiku kesanjungan saat dia memberikanku banyak gambar karya tangannya untukku.
Mutsu dan aku sama-sama menyukai hewan yang sama yaitu kucing. Dulu semasa kami di sekolah dasar tingkat 5. Sosis jajanan yang kami beli sering kami sisihkan untuk si kucing. Dia pria yang mudah tersentuh dan luluh. Dari luar dia kelihatan misterius, jutek, keras, dan nakal. Dalam hatinya sangat lembut meskipun sering ditutupi dengan kekerasan hatinya. Mutsu adalah orang terlincah yang pernah aku kenal. Hobinya mungkin berjalan dan berlari. Dia suka menirukan gerakan-gerakan yang ada dalam game yang dia mainkan. Menurutku, dia sosok yang kesepian dan ingin dimengerti. Dia paling tidak suka direndahkan, diremehkan, dianggap lemah. Dia juga paling benci dengan orang-orang yang plagiat karya orang lain. Aku masih ingat cerita-ceritanya mengenai SMP-nya dulu. Dia berkata bahwa hampir setiap hari dia bertengkar. Dia kurang disukai oleh teman-teman pria di sekolahnya karena dia dianggap “freak”. Mutsu tidak “freak”.
Mutsu hanya merasa tidak ada yang bias mengerti dirinya sehingga dia tidak banyak bergaul. Mutsu adalah Mutsu. Mutsu tidak suka disama-samakan dengan orang lain. Mutsu sangat membanggakan kakak laki-laki juga kedua orang tuanya. Dia pria yang konyol sekaligus serius. Dia Mutsu yang aku rindukan.